• Redaktur: Audri Rianto

Pencahayaan yang Baik Pengaruhi Perkembangan Udang


Kegiatan budidaya udang di Indonesia terus mengalami perkembangan, hal ini tentu didasari oleh permintaan konsumen. Udang vaname menjadi udang primadona baik di pasar regional maupun internasional.

Hingga saat ini, udang vaname menjadi komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia ke berbagai negara. Tak heran jika pemerintah melakukan segala upaya untuk terus meningkatkan produksi guna mencukupi permintaan yang ada.

Sumber: sindonews.net

Kajian serta penelitian kerap dilakukan untuk menciptakan inovasi dalam proses budidaya udang. Salah satu penelitian dilakukan oleh M. Rifqiyudin Yusuf, salah satu mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2019.

Pelitian yang berjudul KINERJA PRODUKSI UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DALAM KARAMBA JARING APUNG DI LAUT PADA PENCAHAYAAN YANG BERBEDA bertujuan untuk menganalisa pengaruh dari pencahayaan, terang atau redup terhadap kinerja produksi udang yang dibudidayakan di laut.

Penelitian dilakukan dengan dua perlakuan, yang pertama dengan menggunakan paranet untuk menghasilkan suasana teduh, dan yang kedua menggunakan waring untuk menghasilkan pencahayaan yang terang. Penelitian dilakukan selama 60 hari dengan pemberian pakan yang sama untuk setiap perlakuan.

Hasil Penelitian menunjukkan pada parameter bobot akhir, udang yang dibudidayakan di tempat teduh lebih baik dari udang yang dibudidayakan di tempat terang. Pada awal pemeliharaan menunjukkan pertumbuhan yang lambat untuk kedua perlakuan. Setelah memasuki usia 30 hari, kedua perlakuan menunjukkan kenaikan pertumbuhan yang signifikan, namun pada perlakukan dengan pencahayaan teduh dinilai lebih baik.

Sumber: M. Rifqiyudin Yusuf

Meskipun laju pertumbuhan udang terlihat lebih baik pada perlakukan dengan pencahayaan teduh, ternyata beberapa parameter lainnya menunjukkan hal yang berbeda. Parameter yang dimaksud meliputi Tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan bobot harian, laju pertumbuhan bobot spesifik, koefisien keragaman bobot, dan produksi biomassa.

Sumber: M. Rifqiyudin Yusuf

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pencahayaan terang mengungguli pencahayaan teduh. Tingkat kelangsungan hidup udang pada pencahayaan terang lebih tinggi dibandingkan dengan pencahayaan teduh.

Pada laju pertumbuhan bobot harian, pecahayaan terang sedikit kalah dari pencahayaan teduh, namun untuk bobot spesifik pencahayaan terang lebih unggul dibandingkan pencahayaan teduh. Koefisien keragaman bobot pada pencahayaan terang juga lebih rendah dibandingkan dengan pencahayaan teduh, artinya bobot udang pada pencahayaan terang dinilai lebih seragam dibandingkan dengan pencahayaan teduh. Produksi biomassa per meter kuadrat pada pencahayaan terang juga dinilai cukup jauh mengungguli pencahayaan teduh.

Kesimpulan

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pencahayaan teduh dinilai mampu menghasilkan udang dengan kondisi yang lebih berat, namun rawan mengalami kematian karena pada penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa udang yang dibudidaya di tempat teduh hanya memiliki tingkat kelangsungan hidup 39,71%.


CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon